Ulasan ETF · Saringan Syariah AAOIFI

Apakah ETF SPUS Halal?

SPUS adalah ETF saham syariah terbesar dan paling likuid di pasar Amerika Serikat. Apakah ia cocok menjadi kepemilikan inti portofolio halal Anda?

10 menit baca2.500+ kataMaret 2026[ANALISIS]

Jawaban Singkat

  • 1SPUS mengikuti Indeks S&P 500 Shariah, yakni sekitar 200 sampai 230 saham berkapitalisasi besar Amerika yang lolos saringan syariah bergaya AAOIFI. Ia adalah padanan halal dari VOO dan SPY.
  • 2Dengan rasio biaya 0,45% dan dana kelolaan sekitar 2,8 miliar dolar (Juli 2026), SPUS sekaligus menjadi yang termurah dan terbesar di antara ETF saham syariah yang terdaftar di Amerika Serikat.
  • 3SPUS disertifikasi oleh Ratings Intelligence Partners, sebuah lembaga penasihat syariah independen. Dana ini membagikan dividen setiap kuartal disertai rasio purifikasi yang diumumkan.
Live compliance look-throughHalal
from live screening data
Compliant weight
97.37%
Non-compliant
2.19%
Holdings
212
Flagged
17
Top holdings (screened)
NVDANVIDIA Corp13.3%
AAPLApple Inc12.0%
MSFTMicrosoft Corp9.0%
GOOGLAlphabet Inc5.6%
AVGOBroadcom Inc4.7%
TSLATesla Inc3.5%
LLYEli Lilly & Co2.6%
XOMExxon Mobil Corp2.0%
JNJJohnson & Johnson1.8%
MUMicron Technology Inc1.4%
ABBVAbbVie Inc1.3%
PGProcter & Gamble Co/The1.2%
Screen all 212 holdings live →

01Apa Itu SPUS?

SPUS adalah SP Funds S&P 500 Sharia Industry Exclusions ETF, yang diluncurkan pada Desember 2019 dan dengan cepat menjadi ETF saham syariah dominan di pasar Amerika Serikat. Dengan dana kelolaan sekitar 2,8 miliar dolar (Juli 2026), ia menawarkan likuiditas kelas institusional yang jarang ditemui di ruang ETF keuangan Islam.

Dana ini mengikuti Indeks S&P 500 Shariah Industry Exclusions yang dikelola oleh S&P Dow Jones Indices. Indeks ini berangkat dari seluruh konstituen S&P 500, lalu menerapkan saringan syariah untuk mengeluarkan perusahaan pada sektor terlarang dan yang gagal uji rasio keuangan.

Karena mengecualikan sektor keuangan konvensional, alkohol, tembakau, perjudian, dan senjata, portofolio SPUS secara alami condong ke teknologi, layanan kesehatan, dan konsumen. Inilah yang membedakannya dari VOO yang memuat seluruh 500 perusahaan tanpa saringan.

02Metodologi Penyaringan Syariah

Indeks S&P 500 Shariah menerapkan proses dua tahap yang selaras dengan prinsip AAOIFI. Pertama, perusahaan pada sektor terlarang dikeluarkan sepenuhnya: perbankan dan asuransi konvensional, produksi dan distribusi alkohol, tembakau, produk babi, perjudian, hiburan dewasa, serta persenjataan kontroversial.

Kedua, perusahaan yang tersisa harus lolos uji rasio keuangan. Total utang harus di bawah 33% kapitalisasi pasar, kas ditambah efek berbunga harus di bawah 33% kapitalisasi pasar, dan piutang harus di bawah ambang yang ditetapkan. Perusahaan yang gagal salah satu rasio akan dikeluarkan.

Setelah kedua saringan, sekitar 200 sampai 230 perusahaan tersisa dari 500 semula. Indeks ditinjau setiap kuartal oleh S&P Dow Jones Indices dengan pengawasan syariah dari Ratings Intelligence Partners, sehingga komposisinya dapat berubah pada setiap peninjauan.

03Kepemilikan dan Sektor

Kepemilikan teratas SPUS mencerminkan perusahaan terbesar S&P 500, dikurangi sektor keuangan. Posisi teratas umumnya mencakup Apple, Microsoft, NVIDIA, Amazon, Alphabet, Meta, Broadcom, dan nama teknologi serta konsumen berkapitalisasi raksasa lainnya.

Alokasi sektor mencerminkan sisa setelah penyaringan syariah. Teknologi biasanya mewakili 40 sampai 50% dana, jauh lebih tinggi dari bobot S&P 500. Layanan kesehatan sekitar 12 sampai 16%, konsumen diskresioner 10 sampai 14%, sementara sektor keuangan praktis tidak ada.

Konsentrasi ini sekaligus merupakan keunggulan dan risiko. Ketika teknologi unggul, SPUS dapat mengungguli S&P 500 tanpa saringan. Ketika teknologi melemah atau keuangan menguat, SPUS bisa tertinggal. Kemiringan sektor ini adalah konsekuensi struktural dari penyaringan syariah, bukan keputusan investasi aktif.

04Biaya, Dividen, dan Purifikasi

SPUS mengenakan rasio biaya 0,45%. Meski lebih tinggi dari 0,03% milik VOO, ini adalah yang terendah di antara ETF saham syariah yang terdaftar di Amerika Serikat. Biaya ini menutup penyaringan syariah aktif, pengawasan dewan syariah, pemantauan kepatuhan, dan penyeimbangan ulang.

SPUS membagikan dividen setiap kuartal. Karena sebagian perusahaan tersaring masih memperoleh pendapatan tidak patuh dalam jumlah kecil, dewan pengawas syariah mengumumkan rasio purifikasi setiap kuartal. Investor diharapkan menyedekahkan persentase kecil ini dari dividennya sebagai bentuk penyucian harta.

Untuk memverifikasi status terkini, gunakan tinjauan langsung di bawah ini: ia membaca kepemilikan SPUS yang telah disaring dari data langsung, bukan angka statis.

Saring kepemilikan ETF apa pun secara langsung

Telusuri setiap kepemilikan berdasarkan lima standar syariah, lengkap dengan estimasi purifikasi dan penyusun portofolio yang patuh, selalu terkini.

Buka Terminal

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah SPUS benar-benar halal?+
SPUS disertifikasi patuh syariah oleh Ratings Intelligence Partners, lembaga penasihat independen, memakai metodologi bergaya AAOIFI. Kepatuhan ditinjau setiap kuartal. Seperti semua produk tersaring, investor sebaiknya memverifikasi dengan penasihat syariahnya sendiri.
Apa beda SPUS dengan VOO?+
SPUS dan VOO sama-sama berangkat dari semesta S&P 500. SPUS menerapkan saringan syariah dan mengeluarkan ratusan saham tidak patuh, terutama sektor keuangan. Hasilnya adalah portofolio yang lebih berat teknologi dengan sekitar 200 sampai 230 saham pada biaya 0,45%, dibanding 500 saham VOO pada 0,03%.
Apa itu rasio purifikasi SPUS?+
Rasio purifikasi diumumkan setiap kuartal oleh Ratings Intelligence Partners. Biasanya berupa pecahan kecil dari 1%, mencerminkan pendapatan tidak patuh yang minimal dari perusahaan tersaring. Investor menyedekahkan persentase ini dari dividennya.
Bisakah saya membeli SPUS dari Indonesia?+
SPUS tercatat di bursa NYSE Arca Amerika Serikat. Ketersediaannya bergantung pada broker yang memberi Anda akses ke pasar saham Amerika. Periksa apakah broker Anda menyediakan perdagangan ETF Amerika sebelum berinvestasi.

Klasifikasi kepatuhan: [ANALISIS]

Konten ini hanya untuk tujuan edukasi dan informasi. Ini bukan nasihat investasi, rekomendasi, maupun penawaran untuk membeli atau menjual efek. Penilaian kepatuhan syariah didasarkan pada data publik dan metodologi penyaringan yang mapan, dan bukan merupakan fatwa. Investor sebaiknya berkonsultasi dengan ulama yang berkompeten dan penasihat keuangan berlisensi. Status kepatuhan dapat berubah pada peninjauan berkala.