Apakah ETF SPUS Halal?
SPUS adalah ETF saham syariah terbesar dan paling likuid di pasar Amerika Serikat. Apakah ia cocok menjadi kepemilikan inti portofolio halal Anda?
Jawaban Singkat
- 1SPUS mengikuti Indeks S&P 500 Shariah, yakni sekitar 200 sampai 230 saham berkapitalisasi besar Amerika yang lolos saringan syariah bergaya AAOIFI. Ia adalah padanan halal dari VOO dan SPY.
- 2Dengan rasio biaya 0,45% dan dana kelolaan sekitar 2,8 miliar dolar (Juli 2026), SPUS sekaligus menjadi yang termurah dan terbesar di antara ETF saham syariah yang terdaftar di Amerika Serikat.
- 3SPUS disertifikasi oleh Ratings Intelligence Partners, sebuah lembaga penasihat syariah independen. Dana ini membagikan dividen setiap kuartal disertai rasio purifikasi yang diumumkan.
01Apa Itu SPUS?
SPUS adalah SP Funds S&P 500 Sharia Industry Exclusions ETF, yang diluncurkan pada Desember 2019 dan dengan cepat menjadi ETF saham syariah dominan di pasar Amerika Serikat. Dengan dana kelolaan sekitar 2,8 miliar dolar (Juli 2026), ia menawarkan likuiditas kelas institusional yang jarang ditemui di ruang ETF keuangan Islam.
Dana ini mengikuti Indeks S&P 500 Shariah Industry Exclusions yang dikelola oleh S&P Dow Jones Indices. Indeks ini berangkat dari seluruh konstituen S&P 500, lalu menerapkan saringan syariah untuk mengeluarkan perusahaan pada sektor terlarang dan yang gagal uji rasio keuangan.
Karena mengecualikan sektor keuangan konvensional, alkohol, tembakau, perjudian, dan senjata, portofolio SPUS secara alami condong ke teknologi, layanan kesehatan, dan konsumen. Inilah yang membedakannya dari VOO yang memuat seluruh 500 perusahaan tanpa saringan.
02Metodologi Penyaringan Syariah
Indeks S&P 500 Shariah menerapkan proses dua tahap yang selaras dengan prinsip AAOIFI. Pertama, perusahaan pada sektor terlarang dikeluarkan sepenuhnya: perbankan dan asuransi konvensional, produksi dan distribusi alkohol, tembakau, produk babi, perjudian, hiburan dewasa, serta persenjataan kontroversial.
Kedua, perusahaan yang tersisa harus lolos uji rasio keuangan. Total utang harus di bawah 33% kapitalisasi pasar, kas ditambah efek berbunga harus di bawah 33% kapitalisasi pasar, dan piutang harus di bawah ambang yang ditetapkan. Perusahaan yang gagal salah satu rasio akan dikeluarkan.
Setelah kedua saringan, sekitar 200 sampai 230 perusahaan tersisa dari 500 semula. Indeks ditinjau setiap kuartal oleh S&P Dow Jones Indices dengan pengawasan syariah dari Ratings Intelligence Partners, sehingga komposisinya dapat berubah pada setiap peninjauan.
03Kepemilikan dan Sektor
Kepemilikan teratas SPUS mencerminkan perusahaan terbesar S&P 500, dikurangi sektor keuangan. Posisi teratas umumnya mencakup Apple, Microsoft, NVIDIA, Amazon, Alphabet, Meta, Broadcom, dan nama teknologi serta konsumen berkapitalisasi raksasa lainnya.
Alokasi sektor mencerminkan sisa setelah penyaringan syariah. Teknologi biasanya mewakili 40 sampai 50% dana, jauh lebih tinggi dari bobot S&P 500. Layanan kesehatan sekitar 12 sampai 16%, konsumen diskresioner 10 sampai 14%, sementara sektor keuangan praktis tidak ada.
Konsentrasi ini sekaligus merupakan keunggulan dan risiko. Ketika teknologi unggul, SPUS dapat mengungguli S&P 500 tanpa saringan. Ketika teknologi melemah atau keuangan menguat, SPUS bisa tertinggal. Kemiringan sektor ini adalah konsekuensi struktural dari penyaringan syariah, bukan keputusan investasi aktif.
04Biaya, Dividen, dan Purifikasi
SPUS mengenakan rasio biaya 0,45%. Meski lebih tinggi dari 0,03% milik VOO, ini adalah yang terendah di antara ETF saham syariah yang terdaftar di Amerika Serikat. Biaya ini menutup penyaringan syariah aktif, pengawasan dewan syariah, pemantauan kepatuhan, dan penyeimbangan ulang.
SPUS membagikan dividen setiap kuartal. Karena sebagian perusahaan tersaring masih memperoleh pendapatan tidak patuh dalam jumlah kecil, dewan pengawas syariah mengumumkan rasio purifikasi setiap kuartal. Investor diharapkan menyedekahkan persentase kecil ini dari dividennya sebagai bentuk penyucian harta.
Untuk memverifikasi status terkini, gunakan tinjauan langsung di bawah ini: ia membaca kepemilikan SPUS yang telah disaring dari data langsung, bukan angka statis.
Saring kepemilikan ETF apa pun secara langsung
Telusuri setiap kepemilikan berdasarkan lima standar syariah, lengkap dengan estimasi purifikasi dan penyusun portofolio yang patuh, selalu terkini.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah SPUS benar-benar halal?+
Apa beda SPUS dengan VOO?+
Apa itu rasio purifikasi SPUS?+
Bisakah saya membeli SPUS dari Indonesia?+
Klasifikasi kepatuhan: [ANALISIS]
Konten ini hanya untuk tujuan edukasi dan informasi. Ini bukan nasihat investasi, rekomendasi, maupun penawaran untuk membeli atau menjual efek. Penilaian kepatuhan syariah didasarkan pada data publik dan metodologi penyaringan yang mapan, dan bukan merupakan fatwa. Investor sebaiknya berkonsultasi dengan ulama yang berkompeten dan penasihat keuangan berlisensi. Status kepatuhan dapat berubah pada peninjauan berkala.